Tampilkan postingan dengan label FF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FF. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2012

How to Get Youre Love (part 6) Ending

cast:
Lee Jinki (Onew)
Cho Kyuhyun (Kyuhyun)
Kim Min Hyo


Author POV:
Onew dan Min Hyo sudah tiba di restoran. Mereka sudah menunggu lama tapi tak seorang pun yang juga hadir disana. Dari tadi mereka hanya melihat pelayan restoran yang menyambut kedatangan mereka tadi.
Key dan Eun Hye sedang mengintip Onew dan Min Hyo dibalik pintu dapur restoran,
“dasar Onew pabo!!, kenapa dia tidak bisa melakukan nya?”
“Key, kau mau kemana?” Eun Hye menarik tangan Key yang ingin keluar dari balik pintu.
“dia menyebalkan, sudah 2 jam lebih. Tapi dia tidak berbuat sedikit pun”
“apa kau sudah membicarakan dengan Onew sebelum nya?” Key membalikkan tubuh nya, dan kembali kebalik pintu.
“tidak, dia tidak tau apa-apa..”
“huh., sebenar nya yang pabo itu kau?” Key terkejut dia dibilang pabo oleh yeoja nya sendiri
“kenapa kau bilang aku yang pabo, dia kan namja dia harus nya mengerti apa yang harus dia lakukan di saat-saat seperti ini..!!”
“aduuuhh... ternyata kau ini benar-benar pabo.! Memang nya Onew itu kau,. Kau kan tau Onew itu tidak pernah pacaran”
“hehe.. aku melupakan hal itu,”
“huuh, sekarang kau malah tertawa. Lebih baik suruh pelayan mengirimkan makanan pada mereka, mereka pasti kelaparan”


Min Hyo POV:
Onew menyuapkan makanan untuk ku. Aku senang sudah lama hal ini tidak ia lakukan untuk ku, sebelum kecelakaan itu, aku dan Onew sering makan dikantin bersama. Aku merindukan hal ini, entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa sangat jauh dengan Onew, mungkin ini salah ku karna aku sering menjauh dari nya sejak kejadian di taman 2 bulan yang lalu, sebenar nya cukup menyakitkan untuk menjauh dari Onew.

Akhirnya aku dan Onew menghabiskan makanan kami, terserah lah ulang tahun Eun Hye itu sungguhan atau tidak, yang terpenting sekarang aku bisa bersama lagi dengan Onew.
“emmmh.. Min Hyo, aku ingin meberitahu mu sesuatu,,”
“apa..?”
dia tersenyum pada ku, tapi senyum nya terlihat aneh
“setelah pengumuman kelulusan, dan aku dinyatakan lulus aku akan pergi ke Jepang untuk melanjutkan study di sana..”
perkataan nya sungguh  membuat ku kecewa, rasa nya aku tidak rela jika Onew harus pergi ke Jepang..
“kenapa kau harus pergi..? kenapa kau tega meninggalkan ku setelah aku merasa kau begitu berarti untuk.... emh...”
kenapa aku berkata seperti ini, aku tidak tau kenapa, tapi itu lah yang ada di fikiran ku sekarang. Aku melihat dia berdiri dari tempat duduk nya, dia berjalan pada ku, dan memaksa ku untuk ikut berdiri bersama nya. Sekarang dia tepat berada di depan ku, Mata nya menatap tajam ke arah ku, kedua tangan nya menggenggam hangat tangan kanan ku
“sebelum aku pergi..., aku ingin.. seseorang menyertai kepergian ku dengan Cinta nya, maka akan ada seseorang yang selalu berdo’a untuk ku disana. Aku ingin ada Seseorang yang selalu menunggu kehadiran ku untuk nya. Seseorang yang akan menyambut kedatangan ku dengan senyum nya. Seseorang yang akan menjaga Cinta ku untuk 4 tahun mendatang dan seterus nya...”
tatapan mata nya begitu tajam, suara nya terdengar semakin pelan. ini terasa cukup menyakit kan, tapi aku tidak bisa menghindarkan mata ku dari tatapan nya. Genggam tangan nya terasa semakin kuat, dia menaruh tangan ku di dada nya,
“Min Hyo, lakukan lah itu semua untuk ku..!”
DDEGG..!!! kata-kata nya itu membuat jantung ku serasa ingin berhenti berdetak..
“Eeh,,. A.. A.. a., Apa,.. apa maksud mu?”
“aku mencintai mu, aku mohon.. lakukan lah semua itu untuk ku.. biarkan cinta mu ikut bersama ku., dan tunggulah aku.. aku tidak tau lagi bagaimana untuk bisa mendapatkan cinta mu”
apa yang harus aku katakan sekarang..?? tiba-tiba aku tidak bisa berpikir, kenapa aku merasa seperti pertama kali mencintai..? aku melepaskan tangan ku dari genggaman nya, ini semua semakin kacau..
“A.., a.., Aku... ju., Juga.. TA.. TA.. tapi.., A.. ak.. Aku.. Tidak...”

*Eummphh..!!.*

 tanpa aku sadari sesuatu yang hangat sudah mendarat di bibir ku, Onew mencium ku.. dan itu membuat perkataan ku terhenti.. aku lihat ia memejamkan mata nya, dan terus mencium ku dengan lembut. Suasana restoran yang sepi dan sejuk membuat ku merasa semakin nyaman. Aku pun  ikut memejamkan mata bersama nya. Sekarang aku merasa darah di kepala ku dengan serentak turun ke kaki ku, sekarang tidak ada lagi beban berat di hati ku.. rasa ini membuat aku tau, kenapa hati ku ragu untuk menyimpan Changmin di dalam nya.

Setelah cukup lama, dengan pelan Onew melepaskan ciuman nya.. ia merogoh saku celana nya
“ini untuk mu..”
ia mengeluarkan seuntai kalung emas putih cantik dengan liontin Dolphin yang berkelip indah karna banyak permata-permata kecil berwarna biru yang membungkus nya, dan sebuah permata besar berwarna kuning untuk bagian mata nya.
“dolphin biru kesukaan mu, aku mengganti warna mata nya yang putih menjadi warna kuning.. agar kau selalu mengingat ku..” tak ada kata yang bisa aku ucapkan sekarang, dia mulai membuka pengait kalung itu dan mencoba mamakaikan nya di leher ku.
“aku janji, aku akan menunggu mu..” hanya itulah yang dapat aku ucapkan, dia tersenyum dan memcium keningku dengan hangat.



~4 tahun kemudian..
Min Hyo POV:
Aku tidak mengerti, namja yang ku cintai selalu pergi untuk melanjutkan study keluar negri. sebelum Onew pergi 4 tahun yang lalu, aku tidak meminta nya untuk cepat pulang, tapi aku meminta nya untuk datang dengan selamat. Sebelum aku tidur, aku selalu menggenggam erat Liontin Dolphin pemberian Onew dan berdo’a pada Tuhan untuk membawa nya kembali ke Seoul dengan selamat.
“Tuhan... aku mohon, hanya ini satu-satu nya do’a yang aku pinta.. aku mohon... Kau tak perlu membawa nya cepat pulang, aku hanya ingin keselamatan selalu menyertai nya..”
itulah do’a yang selalu aku panjatkan sebelum aku memejamkan mata.
Tentang Kyu, aku dan dia kuliah ditempat yang sama, bahkan kami satu Fakultas. hubungan ku dan Kyu juga masih baik-baik saja, setalah 6 bulan yang lalu aku menolak cinta nya. Dia menyatakan cinta nya tepat di depan rumah ku, waktu itu dia mengantarku pulang. Sebenar nya cukup berat , tapi aku berhasil menolak nya dengan baik
“mianhae Kyu, Cintaku sudah ke Jepang, dia ikut serta bersama Onew namja ku. dan sekarang hati ku memegang erat Cinta nya..”
itulah yang aku katakan pada Kyu, sebenar nya wajah nya terlihat sedikit kecewa, tapi ia dapat menerima nya dengan baik.
Minggu depan Aku, Kyu, Eun Hye, dan Key di Wisuda. Key dan Eun Hye sudah merencanakan pernikahan mereka bulan depan. Tentang Onew, aku tidak tau kapan dia akan datang. Aku tidak pernah meminta nya, dan aku tidak pernah menanyakan nya, aku tidak ingin dia pulang dengan tergesa-gesa dan sesuatu yang buruk akan menimpanya.. Aishh~.. semoga itu tidak akan terjadi.



Min Hyo POV:
Hari ini pernikahan Key dan Eun Hye, mereka adalah anak orang yang sangat kaya, jadi pernikahan mereka sangat formal dan aku terpaksa memakai gaun terusan yang panjang dan berwarna biru muda ini.
Eun Hye meminta ku untuk tidak pulang dulu. Dia meminta ku menunggu sampai ia melemparkan buket bunga pengantin nya, dan ia meminta agar aku mau menangkap nya. Sekarang aku berdiri dengan jarak 10m dari mempelai, Eun Hye membalikkan badan dan siap untuk melemparkan bunga. Eun Hye mulai menghitung,
“1... 2....”
Eun Hye akan melemparkan bunga nya, tapi tiba-tiba Key merebut bunga itu dari Eun Hye. Dan ia melemparkan bunga nya dengan tinggi sekali, aku tidak dapat mengambil bunga itu. Eun Hye membalikkan badan dan melihat kearah ku, aku hanya dapat mengankat kedua bahu ku dan menggeleng pada nya. Tapi Eun Hye memberi ku isyarat lain, dia menyuruhku untuk melihat kebelakang.

Seorang namja dengan setelan jas putih nya berhasil mendapatkan buket bunga itu, aku seperti ingin menangis melihat nya sekarang. Jantung ku berdetak sangat cepat, perlahan namja itu melangkah kearah ku. sekarang dia berada didepan ku,
“maukah kau menikah dengan ku..?”
namja itu mengulurkan buket bunga nya pada ku, lalu menampakkan senyum khas nya. parkataan nya membuat ku tersenyum bahagia dan aku tidak dapat menahan air mata,. Semua orang disini bertepuk tangan untuk ku, aku tidak dapat lagi menahan kerinduan ku. aku mengambil buket bunga itu dari tangan nya den segera memeluk nya erat, sangat erat...
“aku merindukan mu..!!! sangat merindukan mu..!! Onew... aku sangat merindukan mu.. hiks,,hiks...” dia pun juga memeluk tubuh ku dengan erat.

perlahan aku melepaskan pelukan ku, lalu aku menatap wajah nya dengan tersenyum. Dia juga melambungkan senyum nya untuk ku, aku tidak tau harus berkata apa, aku hanya dapat menampakkan kebahagiaan ku atas kedatangan nya dengan selamat.

Dia menundukkan sedikit badan nya dan mulai mecium bibir ku dengan lembut.. aku hanya dapat memejamkan mata dan sesekali membalas ciuman nya. Aku tidak perduli sekarang aku berada di mana, sekarang yang terpenting aku bersama dengan Onew. Terima kasih Tuhan, kau sudah mengembalikan namja ku dengan selamat.

How to Get Youre Love (part 5)

Cast:
Lee Jin Ki (Onew)
Cho Kyuhyun
Kim Min Hyo
Max Changmin (Max)







(18 april, 11.30 Min Hyo menyelesaikan Ujian petama nya dengan baik pada hari ini)

Min Hyo POV:
“apa kau tidak bohong....??!!!!”
huh.., bahkan Eun Hye terkejut ketika aku bilang kemaren Changmin menembak ku. Ia menutup kembali buku yang baru saja dia buka
“kenapa aku harus bohong pada mu..?”
“aku tidak percaya dia senekat itu..”
“yah, itulah yang membuat ku terkejut..”
“apa kau menerima nya..?”
“aku belum memberi jawaban pada nya”
Eun Hye berdiri dari tempat duduk nya dan menaruh kembali buku yang ia ambil dari rak buku tadi.. yah, sekarang kami di perpustakaan dan aku sengaja mengajak Eun Hye duduk di tempat paling pojok di balik lemari buku paling belakang.
“lalu, bagaimana keputusan mu..?” Eun Hye kembali duduk, sekarang dia duduk dengan manghadap pada ku.
“entah lah..!! aku bingung..”
“kenapa? Apa karna masa lalu mu..?”
“bukan seperti itu.... dia sepupu ku, aku sudah menganggap nya seperti saudara..”
“ya sudah, katakan pada nya kalau kau tidak bisa menjadi pacar nya..”
“tapi... dia namja yang baik, aku selalu nyaman bersama nya... dia sering membuat ku gugup ketika dia menatap ku...”
“apa sekarang kau benar-benar tidak bisa mengambil keputusan..?” Eun Hye menatap wajah ku, separti nya dia prihatin pada ku..
“yah aku sangat bingung.. semalaman aku memikirkan hal ini.,”
Eun Hye kembali berdiri menghampiri ku dan mengusap-usap pundak ku,. Dia mencoba menenangkan ku.
“pikirkan baik-baik...!!”
“Eun Hye... aku sangat bingung.. aku ingin menolak nya... tapi dia cukup berarti untuk ku..”
“kalau begitu terima saja dia..”
“aku ingin melakukan nya.. tapi ketika aku menyatakan aku ingin menerima nya.., rasa nya seperti ada yang tidak beres dengan hati ku...”
“ikuti saja kata hati mu... kau harus mengambil keputusan, jangan membuat Max terus berharap.. kau tidak akan kehilangan Max meski kau menolak nya.. bukan kah ia akan tetap menjadi sepupu mu...”
“yah, kau benar.. tidak baik jika aku tidak cepat mengambil keputusan”
Eun Hye tersenyum pada ku, aku pun berdiri dan memeluk nya
“gomawo.. kau selalu ada untuk ku..”
“ne...”
aku senang bisa mempunyai teman sebaik dia.. yeoja ini tidak hanya cantik dan pintar.., dia juga berpikiran lebih dewasa dari ku., meski kami seumur dan satu kelas, dia bisa menjadi kakak untuk ku..
“ya sudah, A-Yo kita pulang besok kan masih ada ujian.. jangan kau jadikan beban yah...”
“ne Eun Hye, lebih baik kita cepat pulang..”



(15.45)

Min Hyo POV:
Lebih baik aku mengatakan nya sekarang... aku mangambil hp ku di atas meja dikamar ku, aku memutuskan untuk menjawab nya sekarang.. aku menekan kontak di hp ku yang bertuliskan “Max Changmin” dan lebih memilih video call...
“hai noona...”
“hai Max...”
dia melambaikan tangan pada ku, dan tersenyum manis...
“aku ingin menjawab nya sekarang..”
“baik, katakan lah...”
aku tidak yakin akan mengatakan nya, tapi walau bagaimanapun aku harus cepat memberi nya jawaban..
“katakan lah..! aku siap mendengar jawaban mu..”
dia kembali tersenyum pada ku.. senyuman nya membuat ku ragu dengan jawaban ku.. aku memejamkan mata dan menundukkan wajah ku...
“mianhae Max, aku tidak bisa menjadi yeoja mu.. kau saudara ku, aku menyayangi mu sebagai saudara ku”
“tidak usah menunduk seperti itu.., aku tau jawaban itu yang akan ku dapat kan.. meski sakit, sekarang aku sudah tenang..”
“mianhae Max...”
“tidak apa... berhenti menundukkan wajah mu..!”
aku kembali menegakkan kepala ku, aku melihat nya tersenyum.. aku pun membalas senyum nya.,

“Min Hyo....!!! ada yang mencari mu...!!!” aku mendengar Eomma ku berteriak dari bawah
“ne... Eomma...!!”
“aish,.. teriakan mu keras sekali...!!”
“heheh... mian.. sudah dulu yah ada yang mencari ku...”
“ne.,”
“besok kau menjemputku lagi kan...”
“seperti nya tidak dulu..”
“wae..?”
“lebih baik kita tidak bertemu dulu., kau tau., kau melukai ku...”
aku merasa tidak nyaman dengan perkataan nya
“hahahh... tidak usah dipikirkan..! aku bercanda... sudah sana... kau di tunggu..”
“ya sudah.., bye..” aku menutup telpon, tidak aku sangka.. saat-saat seperti ini dia masih bisa tertawa..

“Eomma.. siapa yang mencari ku..?”
aku menghampiri eomma yang menunggu ku di bawah tangga..
“kau lama sekali.,”
“hehe.. tadi Max menelpon..”
“sudah sana dia sudah menunggu lama...”
“ne., Eomma...”  haaaaah... siapa yang mencari ku sudah sore begini..?

Aku melangkah cepat menuju pintu.. aku melihat seorang namja, berdiri di depan pagar rumah ku.. aku mengahampiri nya..
“Kyu...” sebenar nya aku ragu,.
namja itu menoleh.. hah..!! ternyata dia Key., aku juga melihat Eun Hye ada di dalam mobil nya..
“Key...? tumben sekali kau kesini...” aku kembali melihat ke dalam mobil Key, Eun Hye tersenyum pada ku..
“kau tidak mengajak yeoja mu turun ..”
“dia tidak mau turun... aku Cuma sebentar”
“huuuuuh.... kalian jahat sekali., tidak masuk kedalam dulu..?”
“ani., Eun Hye ingin cepat pulang... aku hanya ingin memberikan ini pada mu..” aku mengambil amplop kuning dari tangan Key..
“apa ini..?”
“itu undangan ulang tahun Eun Hye.. datang lah..!!”
aku membuka amplop itu, ternyata benar.. ini undangan ulang tahun  Eun Hye,
“Min Hyo... aku pulang dulu yah...”
Eun Hye berteriak dari dalam mobil Key., dia lalu memberi isyarat pada Key agar cepat masuk kedalam mobil..
“ya sudah aku mengantar Eun Hye pulang dulu..”
“hati-hati di jalan yah...”
Key menjalankan mobil nya... Eun Hye melambaikan tangan dari dalam mobil.., aku pun membalas lambaian tangan nya....




(19 April, 11.30 hari kedua Ujian. bel pulang sekolah sudah berbunyi 15 menit yang lalu)

Onew POV:
Minggu depan Eun Hye ulang tahun, kemarin sore dia dan Key mangantar undangan kerumah ku. Aneh, mereka bilang husus untuk ku tidak perlu membawakan kado untuk Eun Hye.
Ulang tahun Eun Hye di rayakan di Gecko’s Jeju, restoran di Seakdal Dong, Jungmun, Pulau Jeju. Aku terus berjalan keluar dari ruang ujian dengan terus membaca undangan dari Key dan Eun Hye, acara nya di mulai dari jam 09.00 pagi.
Walau bagaimana pun Eun Hye teman sekelas ku, dan dia juga yeoja teman ku Key., jadi aku harus tetap mencarikan kado untuk nya..

Aku melihat Min Hyo berdiri di depan gerbang sekolah., dia terlihat berkeringat, mungkin karna hari ini memang benar-benar panas.. ia  menyapu keringat yang mengalir dari pelipis hingga dagu nya itu.. dia terlihat sangat kepanasan,..
“Min Hyo... kau sedang menunggu siapa..?”
aku menghentikan mobil ku tepat didepan Min Hyo, dengan kaca yang sedikit ku buka aku melihat yeoja ini mengibas-ngibaskan tangan ke wajah nya.
“entah lah., hari ini Changmin bilang tidak bisa menjemput ku.. dari tadi, telpon ku juga tidak di jawab oleh Eomma” wajah nya terlihat kusut dengan kening nya yang ia kerutkan
“bagaimana kalau aku saja yang mengantar mu..??”
“apa tidak merepotkan mu...?”
“tidak akan,,. Masuklah..!!” aku melihat yeoja ini mendekati mobil ku, dia membuka pintu dan duduk disamping ku..
“sebelum pulang kerumah, aku ingin membeli kado untuk Eun Hye dulu..”
“oh ia, aku juga ingin membeli kado untuk  nya...”




Author POV:
“apa kau yakin kita akan berhasil..?”
“kita coba saja.. aku yakin hasil nya tidak akan begitu buruk..”
“bagaimana kalau perkiraan mu salah..?”
“paling tidak kita bisa membuat mereka lebih dekat..”
“yah, semoga saja hasil nya akan baik..”
“kenapa kau terlihat sangat tidak yakin..?”
“aku hawatir., setelah ini hubungan mereka akan menjadi buruk..”
“tidak akan.., percaya lah.! Aku sudah kenal lama dengan mereka..”

How to Get Youre Love (part 4)

Cast:
Lee Jin Ki (Onew)
Cho Kyuhyun
Kim Min Hyo
Max Changmin (Max)




Min Hyo POV:
17 April. Hari ini ulang tahun Woobin Oppa, kebetulan hari ini hari minggu jadi aku bisa pergi ke makam Woobin Oppa. Aku pergi jam 07.00 pagi kesana, aku pergi pagi  karna nanti siang aku akan pergi bersama Changmin.


“Oppa.... selamat ulang tahun...”
dada ku terasa sangat sakit, hati ku terasa perih mengucapkan kata-kata ini,  aku meletakkan serangkai bunga mawar putih di atas makam Woobin Oppa. aku tidak sanggup menahan air mata ku., air mata ini jatuh begitu saja membasahi pipi ku. Tidak seperti tahun-tahun sebelum nya, aku masih bisa mengucapkan langsung pada nya meski hanya melalui video call.

Setelah dari makam tadi aku tidak berfikir untuk pulang, aku lebih memilih pergi ketaman ini dengan taksi yang tadi juga mengantarku ke makam. Taman ini,  dimana dulu aku dan Woobin Oppa sering kesini., aku berdiri dengan menatap rumput hijau yang terhampar luas, disana aku melihat masa lalu ku bersama nya, saat dia menyatakan cinta pada ku, saat kami sering menghabiskan hari libur ku.., saat dimana aku dan dia tertawa bersama.

“Min Hyo, kenapa kau menangis..?”
suara itu mengejutkan ku. Ternyata Kyuhyun yang berdiri tepat di depan ku
“oh.. tidak apa..” aku menyapu air mata ku, lalu tersenyum pada nya..
Kyu menyambut kedua tangan ku yang basah  
“kau merindukan tunangan mu..?”
aku pun menarik tangan ku dari genggaman nya, kenapa ia bertanya seperti itu..? pertanyaan nya membuat dada ku kembali terasa sakit dan sangat perih, hingga  membuat air mata ku kembali mengalir..,
“Min Hyo maaf aku membuat mu sedih”
aku pun menunduk.. aku semakin tidak bisa menahan air mata ku..
“hari ini dia ulang tahun...” hanya kata itu yang dapat aku katakan pada Kyu, aku hanya mencoba agar tangisan ku tidak menjadi.
Kyu hanya diam “hari ini dia ulang tahun Kyu.... hari ini Woobin Oppa ulang tahun...”
aku tidak dapat lagi mengendalikan tangisan ku.. air mata ku semakin mengalir dengan deras, aku menutupi kedua mataku dangan telapak tangan,. telapak tangan ku sudah sangat basah,  aku tidak bisa membohongi diri ku., aku sangat merindukan nya.
Tanpa aku sadari Kyu menarik tubuh ku, dia memeluk ku dan menyandarkan wajah ku ke bahu kiri nya, tangan nya membelai lembut rambut ku, aku pun menurunkan tangan ku dan mencoba memegang bahu Kyu dari belakang. tiba-tiba hujan deras mengguyur aku dan Kyuhyun, hal ini mengingatkan ku pada kejadian dulu, hal ini semakin mengingatkan ku pada Woobin Oppa.. pelukan Kyu terasa semakin hangat, rasa nya sama seperti saat Woobin Oppa memeluk ku.. tangisan ku pun semakin menjadi, tidak dapat ku hindari pegangan tangan ku semakin erat di bahu Kyuhyun... entah mengapa hati ku merasa sedikit nyaman di pelukan nya.




Author POV:
Jam 03.00 siang Changmin menjemput Min Hyo dirumah nya, dia ada janji dengan Min Hyo.

“Max, sekarang kita akan kemana..?” Min Hyo menengok-nengok keluar jendela mobil, sambil melihat-lihat jalan., seperti nya ia ingat jalan  ini.
“aku akan mengajak mu ke tempat kita..”
“tempat kita..? apa maksud mu..?” Min Hyo tidak mengerti dengan ucapan Changmin,. Changmin tersenyum manis pada Min Hyo
“tunggu saja, kita sebentarlagi sampai”
“kau tadi sudah janji kan., tidak akan lama..”
“ia.. aku janji..”
“benar yah.. besok kan hari pertama Ujian, aku tidak mau gara-gara kau aku tidak sempat belajar..”

Changmin menghentikan mobil nya.. dari dalam mobil Min Hyo terus saja menengok keluar jendela, Min Hyo masih heran kenapa Changmin mengajak nya pergi ke sebuah hutan, mememang hutan nya tidak rimbun, dan pohon-pohon pun terlihat jarang sekali., hutan ini seperti sudah rusak. Changmin menarik tangan Min Hyo, mengajak Min Hyo keluar dari mobil.
“A-Yo ikut dengan ku..!!”
“heh,..??” Min Hyo masih kebingungan dengan tingkah Changmin.

“apa kau ingat tempat ini..?”
“emmmhh....”
“ahh... kenapa kau lupa..?” Changmin melepaskan tangan Min Hyo
“oh... bukan kah ini hutan tempat dimana kau pernah hilang dulu, ketika kita bermain... saat kita kelas 1SD kan..?”
Min Hyo tersenyum cerah dan tertawa manis pada Changmin, Min Hyo terlihat sangat senang...
Changmin kembali menarik tangan Min Hyo.,
“kau mengajak ku kemana?”.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Min Hyo, Changmin terus saja menarik Min Hyo masuk kedalam hutan..

“kau lihat pohon besar yang hanya berdiri sendiri disana..?”
Changmin menunjuk ke arah pohon besar yang sudah sangat tua di tengah hutan.
“yah, aku melihat nya..”
“lihatlah kebelakang pohon itu.!”
Min Hyo mengikuti kata-kata Changmin ia melangkah pelan menuju pohon yang berjarak 5 meter dari kaki nya sekarang.. Min Hyo mulai melihat-lihat kebelakang pohon, ia ingin tau apa yang ada di balik pohon itu.. tangan Min Hyo terlihat memebersihkan lumut-lumut hijau yang menutupi batang pohon, ia menyapu nya dengan cepat..
Min Hyo menghentikan tangan nya, ia melihat di batang pohon itu terdapat ukiran yang di buat dengan pisau, memang tidak bagus tapi tulisan nya dapat terbaca dengan jelas.

MAX CHANGMIN
MENYUKAI
KIM MIN HYO

Min Hyo tertawa setelah membaca tulisan itu,. Dia melihat Changmin yang sekarang sedang melangkah ke arah nya..
“hahahahhh.... tulisan mu lucu..”
Changmin membalas senyum Min Hyo,,
“kau tau kapan aku mengukir tulisan itu....?”
Changmin yang sudah berdiri tepat di depan Min Hyo menatap mata Min Hyo dengan tajam.
“saat aku hilang, aku mengukir nya di sini,. saat kita bermain. Saat kau mulai menjaga dan menutup mata.. aku berjalan terus masuk kedalam hutan, aku pergi sejauh ini kedalam hutan.. jauh dari tempat mu menjaga dan jauh dari eomma mu yang mengajak kita kesini..”
“kenapa kau bisa menyusuri hutan sejauh ini..?”
“ aku mencari pohon yang besar dan terlihat kuat., agar aku bisa percaya., bahwa pohon itu bisa menjaga nama kita di batang nya”
Min Hyo mencoba memecah suasana yang menegangkan itu,
“hahahhh... kau kreatif sekali...”
“aku mohon Noona... cobalah serius sedikit”
Changmin menggenggam erat pergelangan tangan Min Hyo yang baru saja menepuk pundak nya... Min Hyo melihat tangan nya yang di pegang erat oleh Changmin, lalu kembali menatap Changmin...
“aku sungguh-sungguh dengan ini, aku mencoba mencari lagi pohon ini.. untuk memperlihat kan tulisan ini pada mu.. agar kau tau, kalau aku menyukai mu..”
Min Hyo menatap mata Changmin lekat-lekat....
“aku mencintai mu Min Hyo...”
Changmin menundukkan badan nya dengan perlahan.. ia mencium Min Hyo yang sedari tadi hanya terdiam menatap nya.... Min Hyo nampak sangat terkejut tapi Min Hyo langsung melepaskan ciuman Changmin, dan segera menundukkan wajah nya.



Min Hyo POV:
“aku mencintai mu Min Hyo...”
aku tidak percaya, kata-kata itu bisa keluar dari mulut nya sekarang... aku terkejut dan tidak dapat berkata apa-apa., sekarang aku hanya bisa menatap nya... dia mulai menundukkan badan nya yang tinggi itu, wajah nya semakin dekat, apa yang akan ia lakukan sekarang..? hati ku mulai terasa tidak tenang... aku gugup., sudah dua kali dia membuat ku gugup seperti ini..

???????

Kenapa dia malah mencium ku ..? ciuman nya membuat dada ku bergetar.. tapi aku cepat melepaskan ciuman nya, sekarang aku lebih memilih menundukkan wajah dan tidak berani menatap nya..
“aku ingin pulang...”
hanya kata itu lah yang dapat aku ucapkan pada nya sekarang..
“apa kau tidak ingin menjawab nya..?”
“mianhae, aku perlu berfikir...”
aku pun  berjalan terus keluar dari hutan, aku mendahului nya dia ikut berjalan di belakang ku.. setelah sampai di depan mobil aku cepat masuk kedalam.. tidak lama Changmin juga masuk kedalam mobil dan langsung menjalankan mobil nya menuju rumah ku...

How to Get Youre Love (part 3)

Cast:
Lee Jin Ki (Onew)
Cho Kyuhyun (Kyuhyun)
Kim Min Hyo
Max Changmin (Max)



support:
Woobin
( disini Woobin cerita na jadi orang yang udah meninggal, aku terpaksa pakai nama ini di bandingin harus pakai nama member SHINee, karna aku ga' rela kalo member SHINee mesti ada yang meninggal...)

Summary:
Ni cerita tentang seorang yeoja yang g' mudah jatuh cinta. bukan karna ia tidak peduli dengan hadirnya banyak namja tampan disekitar nya, tapi ia hanya mencoba ingin mempertahankan cinta pertama nya...


Onew POV:
Aku senang hari ini Min Hyo sudah terlihat seperti  biasa lagi,. Aku sudah tau kenapa akhir-akhir ini dia terlihat sangat tidak bersemangat. Yah, dia baru saja kehilangan tunangan yang sangat ia cintai, Eun Hye menceritakan semua nya pada ku.
“Min Hyo... hari ini kau mau jalan dengan ku..?”
“kemana?”
“bagaimana kalau hari ini kita ketaman hiburan., aku ingin menghibur mu..”
“boleh... tapi kau yang bayar yah... hehe..”
“ia.. aku yang bayar.. jam 03.00 nanti aku menjemput mu yah..”
“siiiieep...!” Min Hyo mengacungkan kedua jempol tangan nya, sembari melangkah keluar kelas. Dia sudah kembali tersenyum dan terlihat  bersemangat setelah hampir sebulan ini ia nampak tidak baik.
Aku tidak tau apa hari ini aku akan melakukan seperti apa yang di sarankan Key pada ku,. Tapi aku tidak tau harus memulai dari mana. Dia pasti masih sangat terluka karna kehilangan tunangan nya.



Kyuhyun POV:
Akhir nya aku menemukan Min Hyo di tempat parkir ini.,
“Min Hyo...”
“ne, Kyu...” yeoja ini tersenyum saat menoleh pada ku
“senang bisa melihat mu kembali bersemangat”
“yah... tidak baik juga untuk ku jika aku selalu bersedih..”
“baguslah.... hari ini kau pulang dengan siapa..?” 
“hari ini aku di jemput oleh sepupu ku Changmin..”
“owh,, aku pikir hari ini aku bisa mengantar mu.. hehe..”
“hahahh.. kau selalu mengantar ku., aku takut pacar mu akan cemburu...”
“ck.. pacar ku yang mana..? memangnya aku pernah jalan dengan yeoja selain kau..?”
“hehe... aku memang tidak pernah melihat nya. Tapi aku yakin kau pasti punya..” yeoja ini menatap ku dengan tajam seperti meragukan ucapan ku.
“Kyu, aku pulang dulu...”
“dia sudah datang..?”
“yah, kau lihat namja tinggi yang berdiri didepan gerbang itu.. dia Changmin” Min Hyo menunjuk kearah namja yang tinggi dan tampan
“iyah... aku melihat nya..”
“bye, Kyu aku pulang dulu..”
“bye..” Min Hyo berlari kecil sambil malambaikan tangan nya,. Aku lihat namja itu tersenyum melihat Min Hyo dan membukakan pintu mobil nya.




Min Hyo POV:
“Noona.. namja tadi siapa..? dia lumayan juga..”
“dia Cho Kyuhyun, teman sekelas ku..”
“owh.., aku pikir dia pacar baru mu.. hahahh..”
“dasar kau...! kau pikir mudah untuk mencintai seseorang...?”
“aduh..! kau selalu saja memukul bahu ku kalau kau kesal..”
“karna kau memang menyebal kan..”
“kau tidak berusaha untuk mencari pengganti Woobin..?”
“nanti saja..”
“sampai kapan..?”
“sampai ada seseorang yang bisa mengambil hati ku.. hehe...”
Changmin menghentikan mobil nya di sudut jalan dekat lampu merah. Sekarang dia mulai mendekat kan wajah nya....
“How To Get Youre Love Noona??”
dia membisikkan kata-kata itu tepat didepan wajah ku.. aku terkejut dia berkata seperti itu. Mata nya menatap ku tajam, sekarang hati ku mulai tidak tenang, jantung ku berdegup dengan kencang. Wajah nya semakin dekat, kenapa aku gugup seperti ini..?
“wahahahhh....!!! wajah mu terlihat lucu...” dia tertawa dengan gelak nya setelah membuat hati ku gelisah..
“CHANGMIN......!!!! kau menyebal kan....”
“aduh aduh...!! tu kan kau memukul ku lagi...”
“HAAaaaaahhh..... kau menyebalkan...”
“hahah....”

“Noona..., berhenti memanggil ku Changmin..!”
“memangnya kenapa..?”
“kau tau., di Jepang aku di panggil Max..”
“itu kan mau mu saja Changmin...” wajah Changmin mulai terlihat lucu, dia cemberut..
“Changmin itu kurang bagus., Max lebih pantas untuk ku..”
“baik lah... Max..”
“nah... itu kan lebih baik..”

“nah., sekarang sudah sampai..” Changmin menghentikan mobil nya tepat di depan rumah ku.  aku cepat keluar dari mobil Changmin, kaca mobil nya masih terbuka dan aku menundukkan badan ku
“gomawo Max sudah mengantar ku, kau tidak mampir,..?” namja itu menggelengkan kepala nya
“seperti nya tidak.... apa sore nanti kita bisa jalan-jalan..?”
“ani,,. Aku ada janji..”
“dengan siapa..?”
“dengan Onew..”
“Onew...? siapa lagi dia..? kau membuat ku cemburu, banyak sekali namja di sekitar mu..”
“hahah.. dia teman ku.. ya sudah aku masuk dulu, jam 03.00 ia ingin menjemputku.. daahhh....”
“daahh..” Changmin menjalankan mobil nya dengan cepat.



Onew sudah datang menjemput ku, dia turun dari mobil nya dan mulai menampakkan senyum khas nya.... aku pun membalas senyum nya,
“eomma...!! aku berangkat dulu yah..” eomma ada di dalam rumah jadi aku harus berteriak, agar eomma tau aku sudah berangkat. Kalau tidak ijin seperti ini dia pasti mencari ku
“ne...!!! jangan pulang terlalu malam...”
“ne, eomma...!!”  segera aku keluar dari pagar rumah ku,.. ahh..... ada apa dengan Onew., senyum nya tampak sangat manis...



Author POV:
Min Hyo dan Onew terlihat sangat senang di taman hiburan. Mereka nampak seperti orang yang baru saja jadian,. Tanpa sengaja Min Hyo dan Onew menggunakan warna baju yang sama, apalagi kalau bukan warna biru.  Setelah mereka lelah mereka duduk di kursi panjang di taman, Onew membelikan Ice Cream vanilla yang di lapisi dengan coklat tebal kesukaan Min Hyo, dan dia sendiri membeli secangkir kopi mocca yang ia suka.
“gomawo.. kau sudah mengajak ku kesini dan membelikan Ice Cream untuk ku..”
“ne, aku senang melakukan nya untuk mu”
“Min Hyo, aku ingin bertanya pada mu..”
“ne, apa yang ingin kau tanyakan?”
“apa ada kemungkinan kau akan mencintai orang lain lagi,.?”
“Emmhhh... entah lah.. tapi.. bukan tidak mungkin aku bisa mencintai orang lain” sekarang Min Hyo sudah nampak sangat tegar.. ia tetap tersenyum menjawab pertanyaan Onew, tidak seperti sebelum-sebelum nya.
“lalu.. pada siapa kau akan jatuh cinta..??”
“tentu saja pada seorang namja.. haha..”
“ck, kau ini..”
dengan tersenyum Min Hyo menatap Onew.. “dengan seorang namja, siapa pun, asal dia bisa merebut hati ku..” Min Hyo menjawab nya dengan nada suara layak nya orang dewasa.. 
Onew memberanikan diri mendekat kan wajah nya pada Min Hyo dan mencium pipi kanan Min Hyo dengan hangat
“How To Get Youre Love Min Hyo...”
kata itu lah yang di bisikkan Onew saat mencium pipi kanan Min Hyo tadi. Min Hyo terkejut dengan apa yang dilakukan Onew, ia lalu menatap mata Onew dalam-dalam,,
“dengan cara namja itu sendiri,. Bagaimana dia berusaha untuk mendapatkan hati ku, bahkan aku bisa mencintai namja itu lebih dari dia mencintai ku..”
pembicaraan mereka jadi berubah sangat serius, sekarang mereka berdua terdiam dan mereka saling bertatapan.

Keadaan di dalam mobil terasa sangat kaku, berbeda dengan saat mereka berangkat tadi. “Min Hyo... mianhae dangan apa yang aku lakukan di taman tadi..” “gwenchana”

“oh ia... apa kau sudah menyelesaikan tugas dari MR.Shim..??” Min Hyo mencoba menyagarkan suasana dengan membuka pembicaraan yang kurang penting.
“ne, aku sudah menyelesaikan nya”
“aku harap kau bisa datang pagi besok..”
“wae..?” Min Hyo turun dari mobil Onew setelah Onew memberhentikan mobil di depan rumah nya
“aku ingin melihat pekerjaan mu.. hahahahhh... aku belum menyelesaikan nya...”
“baiklah.. sampai jumpa besok yah..”
“bye...” Min Hyo melambaikan tangan nya pada Onew yang melaju kencang dengan mobil nya. Min Hyo mencoba selalu tersenyum pada Onew, padahal hati nya masih merasa tidak nyaman dengan kejadian di taman tadi.

Min Hyo baru sampai rumah pukul 20.00, ia terlihat sangat lelah dan langsung menuju kamar nya. Min Hyo membaringkan tubuh di atas kasur empuk nya, dan mengambil hp dari tas nya. Hp nya berbunyi, dan ia lihat panggilan video dari Changmin.
“mau apa kau..? aku lelah..”
“Noona... kenapa kau berbicara seperti itu..?”
“ia.. ia... ada apa..?”
“tidak apa... HHAAah hAAhhhh”
“tuh kan., kau hanya membuat ku kesal”
“ani, ani, aku hanya ingin melihat wajah cantik Noona..”
Min Hyo tersenyum.. “apa ia aku cantik..? hahahhh... akhirnya kau mengakui nya..”
“ya sudah, aku mau mandi..”
“jadi kau belum mandi..? pantas saja Noona bau keringat...”
“heeh.. ada ada saja kau.., aku kan baru sampai rumah. Makanya aku bilang aku lelah”
“tunggu Noona...!”
“apa lagi,,..??”
“kenapa pipi mu terlihat merona..?”
“apa maksud mu..?”
“setahu ku, kalau pipi seorang gadis terlihat merona... berarti baru saja ada namja yang mencium pipi nya...” Min Hyo terkejut mendengan ucapan Changmin, Min Hyo berpikir apa ia Changmin sehebat itu..
“berhenti meledek ku..!!” Min Hyo merengek pada Changmin
“Max, kenapa kau bisa bilang seperti itu..?”
“aku di beritahu eomma ku, bukankah eomma ku itu seorang Psikolog...”
“tapi kali ini kau salah lihat...!! sudah lah...!!! aku lelah..”
“besok aku akan menjemput mu lagi yah...”
“ne... jangan terlambat ya...!!!”
“bye..”
“bye...” Min Hyo menutup telpon nya, ia teringat lagi ucapan Changmin, apa ia ciuman Onew tadi membekas..??

How to Get Youre Love (part 2)

Cast:
Lee Jinki (Onew)
Cho Kyuhyun (Kyuhyun)
Kim Min Hyo
Max Changmin (Max)



support:
Woobin
( disini Woobin cerita na jadi orang yang udah meninggal, aku terpaksa pakai nama ini di bandingin harus pakai nama member SHINee, karna aku ga' rela kalo member SHINee mesti ada yang meninggal...)
 
Summary:
Ni cerita tentang seorang yeoja yang tidak mudah jatuh cinta.. bukan karna dia tidak peduli dengan hadir nya banyak namja tampan di sekitar nya.., tapi dia hanya mencoba untuk mempertahankan cinta pertama nya..


Min Hyo POV:

Bagaimana mungkin aku bisa hidup tanpa Oppa..? sudah hampir 3 tahun... aku hanya ingin kau yang memiliki ku, selama ini kau lah yang selalu menuntun ku, sekarang... hidup ku benar-benar hancur tanpa Oppa...
Tak henti nya air mata ku menetes dan membasahi rok biru muda seragam sekolah ku, Aku selalu berharap semua ini hanya mimpi, tapi.... aku sudah berkali-kali tidur, dan setiap kali aku bangun kenyataan nya tidak pernah berubah..
“aku sangat mencintai nya..”
Sebulan sudah Kak Woobin benar-benar pergi dari ku, dari kami...  Walau bagaimana pun aku tidak dapat menutupi kesedihan ku,. Aku sadar sekarang aku masih di Sekolah,  itu sebab nya aku lebih memilih untuk duduk di taman belakang sekolah ini.., tak ada orang lain disini selain aku, jadi aku bisa menangis sesuka ku.. Hari ini aku juga lebih memilih menghindar dari Onew dan Eun Hye. Aku tidak ingin mereka terbebani dengan masalah ku. Mungkin Eun Hye mengerti karna ia tau semua nya, tapi tidak dengan Onew, dia tidak tau apa-apa.
Kepala ku terasa sangat sakit., entah apa yang ada di dalam nya.. bel pulang sekolah sudah berbunyi 15 menit yang lalu, aku harus menelpon untuk meminta jemput, eomma tak mengijinkan ku membawa mobil sendiri hari ini, ia bilang terlalu berbahaya dengan kondisi ku, tapi.. hp ku tertinggal di tas,. aku ingin ke kelas dan mengambil tas ku...
sekarang kepala ku benar-benar terasa sangat berat. Aku harus segera pulang, aku ingin mengganti pakaian ku dan pergi ke makam Kak Woobin, aku rindu dengan nya. tapi Bagaimana aku bisa bangun..? kaki ku sangat lemas dan kepala ku terasa semakin sakit. Aku memejamkan mata ku “seseorang tolonglah aku..!!” aku berharap ada orang yang datang menolong ku,.



~Flash Back

Author POV:

Di taman Min Hyo dan Woobin sedang menatap ka arah langit yang terlihat sangat cerah, mereka duduk di atas rumput hijau yang kering dengan meluruskan kaki mereka ke depan
“Min Hyo..”
“ne..”  Min Hyo yang bersandar di bahu Woobin menoleh dengan cepat kearah nya
“jika kau sedang kesusahan dan memerlukan bantuan., pejamkan mata mu dan katakanlah seseorang tolonglah aku..!! maka aku akan datang menolong mu..”
“kalau Oppa jauh, siapa yang akan menolong ku..?”
“seseorang yang menyayangi mu pasti akan datang untuk mu..”
Min Hyo merangkul tangan kiri Woobin dengan erat  “ tapi aku hanya menyayangi mu..”
Woobin tersenyum pada Min Hyo, “aku juga sangat menyayangi mu, percaya lah.. banyak orang yang menyayangi mu”

~Flash Back end



Author POV:
Kyuhyun masih menunggu Min Hyo di kelas. Dia hawatir dengan Min Hyo, setelah istirahat kedua tadi Min Hyo belum juga kembali kekelas. Kyuhyun memutuskan untuk mencari Min Hyo.
“Min Hyo.... kau di mana..?” Kyu semakin cemas dengan Min Hyo, sekarang sudah jam 3.45 sudah 1 jam 30 menit yang lalu bel pulang sekolah berbunyi, tapi ia tetap belum menemukan Min Hyo.
Kyu nampak berkeringat dan kelelahan, ia memutuskan pergi ke taman belakang sekolah untuk mencari Min Hyo.
Benar saja, disana ia menemukan Min Hyo tersungkur di samping kursi panjang di tengah taman. Kyu terkejut melihat Min Hyo, dia berlari ke arah Min Hyo.. tapi ia segera menghentikan langkah nya..  dari belakang Kyu, Onew berlari dengan cepat ke arah Min Hyo. Onew sama cemas nya dengan Kyu, ia cepat mengangkat kepala Min Hyo dari atas rumput yang agak basah karna gerimis itu, ia menyandarkan tubuh Min Hyo ke pangkuan nya sementara kaki Min Hyo masih berada di atas rumput, Onew menepuk pelan pipi Min Hyo mencoba untuk menyadarkan nya.
“sebenarnya apa yang terjadi pada mu...?” Onew semakin cemas dengan Min Hyo, ia bingung apa yang harus ia lakukan..
“Kyu...!! kenapa kau hanya diam..?” Kyu pun segera berlari ke arah Onew dan Min Hyo.
“aku akan mengambil tas Min Hyo dulu di kelas, kau bawa saja dia ke mobil mu antarkan dia pulang. Nanti aku akan menyusul mu..”
“ne, Kyu..”





Min Hyo POV:
Akhh... kepala ku masih sedikit sakit, ku lihat hp ku ternyata sekarang sudah jam 09.00 pagi, itu berarti aku tidak sekolah. Eomma datang membawakan ku serapan, seperti nya bubur dan secangkir susu putih hangat kesukaan ku.
“kamu habiskan yah...! eomma tidak mau kamu jatuh pingsan lagi., “
“ne eomma..”
“eomma.. siapa yang mengantar ku semalam??”
“Onew,”
“owh..”
“tapi, Kyu menyusul dengan mengantarkan tas mu..”
“Kyu...?”
“ia Kyu, yang sering mengantarmu pulang akhir-akhir ini”
“Min Hyo... eomma harap kau bisa melupakan Woobin,!! Biarkan dia tenang...”
“ne, eomma.. aku sadar, meski aku bersedih semuanya tetap tidak akan berubah”
“itulah yang eomma ingin dari mu..,”
“eomma... siang ini aku mau kerumah Woobin Oppa, aku mau menjenguk bibi, aku merindukan nya”
“ia.. nanti biar Changmin yang mengantar mu yah...”
“Changmin..? dia sudah datang..?”
“ia.. dia datang pagi-pagi sekali, dan kau belum bangun”
“sekarang dia di mana?”
“dia sudah pulang ke rumah nya yang dulu, nanti biar eomma yang menelpon nya.”
“sekarang kamu istirahat dulu yah... biar eomma yang membawa mangkuk mu ke dapur..”
“ne eomma” sebelum pergi ke dapur eomma memebelai rambut ku dengan lembut, dan mencium kening ku.

Changmin adalah ponakan Ayah ku, waktu kecil aku sangat dekat dengan nya. Waktu kelas 2 SD Ia terpaksa harus pindah ke Jepang karna orang tua nya pindah tugas ke sana, tapi ia datang pada saat proses pemakaman ayah ku. Setelah itu aku tidak pernah lagi melihat nya. Dia memang anak yang nakal, tapi dia baik itu sebab nya aku sering memikirkan nya.



“Min Hyo....!! Changmin sudah datang...”
eomma berteriak memanggil ku, ia bilang Changmin sudah datang. Aku bergegas keluar kamar dan berlari menuruni anak tangga dengan cepat.


“Changmin.....!!!!”
aku memanggil nama Changmin dengan keras, dan memeluk nya dengan erat...
“Wahaaa..... kau terlihat sangat tinggi....”
“Noona... jangan memeluk ku.., kita sudah besar. Bagaimana kalau nanti hati mu jatuh ketika memeluk ku..”
aku pun melepaskan pelukan ku dengan cepat, “dasar kau..!! aku merindukan mu... kau jahat sekali tidak memberi ku kabar sedikit pun”
“bagaimana aku memberi mu kabar..? kau tau, terlalu mahal untuk menelpon dari Jepang ke Korea..”
“huhh... pelit sekali....”
“Hhahahhh... aku bercanda..”
”Noona,  Aku sudah tau semua nya, tentang apa yang terjadi pada tunanagan mu” Ucapan Changmin membuat ku teringat lagi pada Kak Woobin..
“hei... jangan menangis..., kau terlihat jelek ketika menangis.. hahahhh...”
“dasar kau, aku kan belum mengeluarkan air mata..”
“Noona, aku sungguh-sungguh... kau cantik sekali...” Changmin membisikkan kata-kata terakhir nya.
“haaaahhh...!!! dasar kau yah..”
“aduh, Noona jangan memukul ku seperti ini.. sakit..” aku senang ada Changmin di sini, dia masih bisa membuat ku tertawa.. sama sewaktu kami masih kecil dulu.
“bibi bilang kau mau aku mengantar mu.. A-Yo cepat..! nanti keburu sore.. kalau pulang nya sore aku malah tidak bisa mengajak mu jalan..”
aku menepuk pundak Changmin “aaahh... A-Yo cepat”

How to Get Youre Love (part 1)

Cast:
Lee Jin Ki (Onew)
Cho Kyuhyun (Kyuhyun)
Kim Min Hyo


support:
Woobin
( disini Woobin cerita na jadi orang yang udah meninggal, aku terpaksa pakai nama ini di bandingin harus pakai nama member SHINee, karna aku ga' rela kalo member SHINee mesti ada yang meninggal...)


Summary:
Ni cerita tentang seorang yeoja yang tidak mudah jatuh cinta.. bukan karna dia tidak peduli dengan hadir nya banyak namja tampan di sekitar nya.., tapi dia hanya mencoba untuk mempertahankan cinta pertama nya..




Min Hyo POV:
"Min Hyo, apa Onew itu kekasih mu?" pertanyaan Kyu membuat ku tertawa..
"haha... bicara apa kau? kami hanya rekan, dia ketua kelas dan aku wakil nya"
"tapi kalian terlihat sangat dekat"
"Kyu.. Onew bukan kekasih ku.. aku sudah mempunyai tunangan, dan sekarang dia kuliah di L.A"
mendengar ucapan ku Kyu langsung diam, dia tidak berbicara apalagi bertanya. aneh...

“gomawo Kyu, sudah mengantar ku..”
“cheonmaneyo..”
Kyu langsung pergi dengan mobil nya, tidak seperti biasa nya.. biasanya Kyu pasti turun membukakan pintu mobil lalu ter senyum pada ku, sudah lah,, mungkin ia lelah.

“Min Hyo..! cepat sini..!!!”
aku tidak mengerti, kenapa eomma sangat tergesa-gesa memanggil ku..? wajah nya juga terlihat sangat cemas, ia terlihat tidak baik. Perlahan aku membuka pintu, sepertinya aku tidak ingin masuk kedalam, Aku takut akan ada hal buruk yang akan ku lihat.

Benar saja, disini banyak orang.. mereka semua bersedih. Aku melihat ibu Kak Woobin menghampiri ku, dia memeluk ku erat lalu menangis.
“eomma... ada apa..?” aku sudah menganggap nya sebagai ibu ku.
“Min Hyo....” suara Ibu Kak Woobin terdengar sangat berat, aku merasakan bahu ku basah karna air mata nya. Pelukan nya terasa makin kuat, tangisan nya pun sekarang sudah tidak terkendali.
“eomma... ada apa....? ada apa dengan Woobin Oppa??”
aku pun ikut menangis di pelukan nya, aku tidak bisa melihat nya menangis seperti ini, aku sangat menyayangi nya. Tapi., kenapa aku menyebut nama Woobin Oppa..??? apa ia., ini tentang nya..? ada apa dengan Woobin Oppa..???
“Min Hyo... pesawat yang di tumpangi Woobin tadi malam terjatuh, dan.., mereka bilang mereka menemukan mayat Woobin.......”
seketika dada ku langsung terasa sakit.. benar-benar sakit.. apa yang aku dengar...?? aku tidak tau harus percaya atau tidak, mereka semua tidak mungkin berbohong. Tapi aku tidak ingin hal ini benar terjadi.... wajah ku terasa sangat hangat, pipi ku sudah terasa sangat basah dan lembap, rasanya aku tidak sanggup untuk berdiri. aku terduduk lemas dan menangis, semua ini pasti tidak nyata....
“WOOBIN OPPAaaa....!!!!!!”
meski menangis aku memanggil nama nya dengan keras dan berharap dia bisa muncul dari balik pintu., tapi percuma...
“WOOBIN OPPAAaaa....!!!!” aku terus mencoba memanggil nama nya, dan berharap dia benar akan datang.., tangisan ku semakin menjadi dan tak terkendali, aku mencoba memanggil nama nya lagi...
“WOOBIN OPPAaa....  WOOBIN OPPAaa....... WOOBIN OPPAAaaaa.....!!!!!”
Eomma dan Ibu Kak Woobin, memeluk ku dengan erat, mereka mencoba menenangkan ku. Tapi percuma. Mungkin sekarang aku sudah terlihat seperti orang pabo yang menangis histeris dan terus berteriak memanggil nama nya...,

Oppa... kenapa kau meninggalkan ku..? bukan kah kita sudah berjanji akan menikah..? kita akan mempunyai anak, dan kita akan hidup bahagia dengan keluarga kecil kita. Bukan kah sepulang dari LA kau akan langsung menemui ku..? kau akan bercerita banyak pada ku..!! dan setelah aku lulus SMU, kau bilang kita akan langsung menikah, membeli rumah, dan kita akan tinggal di LA, Oppa...

Sekarang pikiran ku sudah kacau, entah sudah berapa banyak air mata yang aku keluarkan, tubuh ku lemas dan kepala ku terasa sangat berat. Oppa.., kenapa Oppa pergi..??




~Flash back

Author POV:

6 tahun yang lalu tepat nya saat Min Hyo baru memasuki tahun pertama nya bersekolah di SMP. Ia di beritahu oleh ibu nya bahwa ayah nya sudah menjodohkan nya, memang masih sangat muda untuk Min Hyo mengetahui semua nya. Ibu nya menyampaikan itu agar Min Hyo tidak keburu punya pacar lain. Min Hyo mengikuti saja perjodohan yang di rencanakan ayah nya karna Ayah Min Hyo sudah meninggal saat Min Hyo masih kelas 4 SD,.


Woobin adalah namja dewasa yang di jodohkan dengan Min Hyo., yah dia baru saja lulus SMA, dia tau yeoja yang di jodohkan dengan nya masih anak-anak. Dia mendekati yeoja itu bukan sebagai kekasih, melainkan sebagai adik nya. Woobin memutuskan kalau ia ingin berkuliah di LA.. dan ia harus meninggalkan Min Hyo di Seoul
“cepat besar yah...!! biar aku bisa melihat mu sebagai seorang gadis..” itu lah pesan yang ia katakan pada Min Hyo di bandara saat ia akan pergi,.


Setelah 3 tahun, Woobin kembali ke Seol untuk menghabiskan liburan nya. Dia langsung kerumah Min Hyo untuk menemui nya. Benar saja sekarang Min Hyo sudah tumbuh menjadi yeoja yang manis dan terlihat dewasa, dia sudah memasuki tahun pertama masa SMA nya,. sekarang Woobin sudah bisa menganggap Min Hyo sebagai seorang gadis.

Woobin mengajak Min Hyo pergi jalan-jalan, walau hanya ke taman. Meski mereka sudah lama di jodohkan, tapi ini pertama kali nya mereka jalan berdua. Saat mereka sedang berjalan mengitari taman tiba-tiba hujan mengguyur mereka dengan deras nya. Tapi Woobin tidak mengajak Min Hyo berlari dan mencari tempat berteduh.,
“Oppa.. kenapa kita tidak berteduh..?” Min Hyo mencoba ingin berlari tetapi Woobin menarik pergelangan tangan nya, dan memeluk Min Hyo secara tiba-tiba.
“Min Hyo... aku merindukan mu.., aku tau kita di jodohkan, tapi entah mengapa aku benar-benar mencintai mu..” Min Hyo pun membalas pelukan Woobin dengan erat.
“aku juga merindukan Oppa, bahkan aku sudah mencintai mu, meski dulu aku hanya manganggap mu sebagai Oppa ku, tapi dengan berjalan nya waktu semua itu jadi berubah”
Woobin sangat senang mendengar itu, ia melepaskan pelukan nya dari Min Hyo, dan dia mengangkat wajah Min Hyo dengan kedua tangan nya. Ditengah hujan deras Woobin mencium Min Hyo dengan lembut, Min Hyo pun hanya diam dengan memejamkan kedua matanya.

Setelah 7 bulan Min Hyo dan Woobin menikmati masa-masa pacaran nya, Min Hyo dan Woobin pun resmi bertunangan. Pertunangan mereka di resmikan karna bulan depan Woobin harus kembali ke LA. Tentu saja Min Hyo sedih karna harus berpisah lagi dengan tunangan yang sangat ia cintai itu.
“aku akan pergi bulan depan, untuk melanjutkan study ku.. jika semua nya berjalan baik, mungkin aku akan bekerja disana juga..”
“jadi.., Oppa akan pergi untuk selamanya..?”
“tentu saja tidak.. bodoh kau.. mana mungkin aku menyia-nyiakan tunangan ku di Seoul”
“bukankah Oppa akan bekerja disana juga..?”
“setelah lulus nanti, aku akan pulang.. aku akan langsung menemui mu.. dan kita akan pergi jalan-jalan lagi”
“ceritakan pada ku bagai mana kau di LA yah,,.!”
“ia.. pasti..!!”



Di bandara sebelum tiba waktu keberangkatan nya, Woobin dan Min Hyo terlihat diam dengan duduk di kursi panjang di pojok kanan ruang tunggu.
“Min Hyo., kau tau..? setelah kau lulus kita akan segera di nikahkan”
“benarkah..?” meski terkejut Min Hyo terlihat sangat senang.
“yah, eomma mengatakan nya pada ku tadi malam. Jadi,.. sekolah lah yang benar, biar kau bisa lulus dengan baik..”
“ne, Oppa... kau jangan lupa mengabari ku yah,,.” “iya...”


“Sekarang saat nya aku harus pergi,” Woobin berdiri dan ingin melangkah pergi.
“Oppa.." Min Hyo memanggil Woobin dan mendekati nya. Min Hyo memegang bahu Woobin dan menaikkan sedikit tumit kaki nya.
Dengan penuh kesedihan Min Hyo mencium Woobin dengan hangat sambil mengeluarkan air mata, Woobin membalas ciuman nya dan melapas kan nya secara perlahan.,
“sudah jangan menangis...!” Woobin menyapu air mata Min Hyo.
Min Hyo tersenyum “Oppa.. hati-hati disana yah..!! jaga kesehatan Oppa, jangan lupa mengabari ku.. aku mencintai Oppa..”
“iyah.. pasti akan ku lakukan.., aku juga mencintai mu. Selamat tinggal”
Woobin pergi dengan mencium kening Min Hyo.. Dia melambaikan tangan nya, begitu juga dengan Min Hyo...
“sampai jumpa..” itulah kata-kata terahir yang di dengar Min Hyo dari Woobin saat ia akan menghilang dari pandangan Min Hyo...
“Kembalilah dengan cepat,!!! aku mohon..!!” Min Hyo memejamkan mata dan berdo’a dalam hati nya.




Jumat, 13 Januari 2012

Beautiful Smile (One Chapter)

saya masih amatir... jadi mian.. kalo cerita nya bakalan gak karuan..

**buat pembajak... mian yah.. FF saya tidak bermutu.. jadi gak perlu repot-repot buat membajak FF saya..**

Inspired by: Lyric Calling Out & Lyric

Cast:
Lee Mi Yeon (SoYou SISTAR)
Jang Wooyoung
Kwangmin
another SISTAR member

~Happy Reading :)


Aku terbujur lemas di samping kasur tempat tidur seorang namja. Cukup melelahkan menjaga nya setiap hari dan tak ada perkembangan sedikitpun untuk kesembuhan nya, semakin hari wajah cute nya semakin pucat... semakin memutih, semakin dingin saat aku menyentuh nya.

Setiap hari, dari pagi hingga sore aku menemui nya, menjaga nya dan sesekali menyapukan keringat yang mengalir dari tubuh dingin nya. Hati ku selalu menangis saat melihat nya hanya bisa diam seperti ini, meski sangat sulit aku tetap rajin berdo’a pada Tuhan untuk meminta kesembuhan nya. melihat keringat yang mengalir dari tubuh nya membuat ku merasa sedikit lebih baik, setidak nya dia masih hidup meski tidak dapat bergerak sedikit pun.

Sejak enam bulan yang lalu Dia tidak pernah lagi bergerak, tubuh nya lemah, dia hanya dirawat di rumah nya, tidak ada peralatan rumah sakit untuk nya, tidak ada infus atau alat bantu lain nya. Peralatan rumah sakit selalu membuat nya terlihat lebih buruk, yang ia alami memang benar-benar aneh... aku berharap Tuhan masih menyayangi nya dan akan menyembuhkan nya. Meski terlihat sangat buruk, tapi dia masih bisa bernafas  dengan baik.

“Wooyoungie... mianhae aku pergi dulu... cepat sembuh... aku mohon... besok pagi aku datang lagi dan akan membawakan makanan untuk mu, aku harap besok kau bisa makan..” itulah yang selalu ku ucapkan pada nya sebelum aku pergi meninggalkan nya disini bersama adik laki-laki nya yang setiap sore menggantikan posisi ku menjaga Jang Wooyoung yang terbujur lemah di atas kasur nya.

**********************

Setiap pagi mencoba untuk memasak bubur kesukaan Jang Wooyoung, pabo..!! mana dia bisa makan..? sungguh... aku hanya ingin bisa melihat nya makan lagi, sama seperti orang lain.. aku ingin dia bisa makan dengan layak sama seperti kami, aku hanya ingin bisa menyuapi nya lagi meski Cuma sekali. Satu kenyataan yang membuat hati ku sangat sakit.. setiap pagi, saat memasuki kamar nya.. yang kudapati hanya seorang namja yang terbujur lemas, tanpa gerakan dan sedikit pun suara yang terdengar dari nya. Dia hidup, tapi kenapa dia terus seperti ini..??

Setiap hari yang bisa ku lakukan hanya mengajak nya bicara. aku gila..?? mungkin, setiap hari aku mengajak orang yang tidak bisa bicara sedikit pun untuk mengobrol. Bertanya bagaimana kabar nya, kapan dia akan bangun, kapan dia kembali membuat ku tertawa lagi... dasar namja bodoh..!! kau  berubah drastis, dulu kau selalu membuat ku tertawa dengan semua tingkah lucu mu, tapi sekarang, yang bisa kau lakukan hanya membuat ku menangis, kenapa..?? kenapa kau hanya diam dan membuat ku terus menangis..? Apa kau tau?? mendengar mu masih bernafas aku merasa sangat senang.. sesekali mendapati wajah mu tersenyum adalah kebahagiaan yang luar biasa untuk ku.

“Lee Mi Yeon..”
“Wooyoungie...”
sempat terkejut mendengar suara seorang namja yang memanggil nama ku..
“Mi Yeon nuna... kau kelelahan..??”
ah... ternyata dia adik Wooyoung.. kenyataan ini membuat hati ku semakin perih, bagaimana bisa aku mengira Wooyoung sudah sadar dan membangunkan ku yang tertidur di samping kasur nya.
“Mi Yeon nuna... kau tidak apa..?”
“hiks... aku tidak apa..”
“nuna... yakin akan tetap bertahan seperti ini menunggu Wooyoung hyung sembuh..”
“ne... aku yakin..” dengan mantap aku mengatakan itu pada adik Wooyoung.
“nuna... sebagai adik Wooyoung hyung, aku mengerti bagaimana yang dirasakan oleh nya,. Aku yakin Wooyoung hyung ingin nuna bisa tersenyum lagi dan bahagia.. jangan paksakan diri nuna...”
ucapan Kwangmin benar-benar membuat hati ku semakin perih... aku menaruh jari-jari tangan ku ke mulut ku, mencoba menahan agar suara tangisan ku tak didengar oleh Wooyoung. benar.. aku ingin sekali bisa tersenyum, aku memang ingin bahagia...
“Wooyoungie... benarkah kau ingin aku bahagia..?? kau ingin aku tersenyum..??? Wooyoungie... cepatlah sembuh.. aku hanya akan bahagia jika melihat mu sembuh dan kembali sehat... Wooyoungie... sembuhlah.. hiks hiks....”
aku mengambil tangan Wooyoung yang terkulai lemas disamping tubuh nya, aku menangis dipunggung tangan nya.. yah... hanya ini yang bisa aku lakukan.
“nuna... sudah lah...”
Kwangmin mencoba mengangkat tubuh ku yang duduk di atas kursi dan masih menangis di samping Wooyoung..
“Mi Yeon nuna... sudah lah.. ini giliran ku untuk menjaga Wooyoung hyung, nuna pulang saja.. sebentar lagi Hyo Lyn nuna mungkin akan datang untuk menjemput mu..”
“Hyo Lyn Onnie..??”
“ne.. aku tau, nuna tidak akan bisa pulang sendiri dengan keadaan seperti ini..”
aku kembali mendekati Wooyoung dan mencium pelan kening nya.
“Wooyoungie... cepatlah sembuh... aku mohon... besok pagi aku datang lagi dan akan membawakan makanan untuk mu, aku harap besok kau bisa memakan masakan ku..”
“Mi Yeon... ayo kita pulang..”
Hyo Lyn Onnie sudah datang, wajah nya terlihat seperti mencemaskan ku. aku menyapu pelan air yang menggenangi pipi ku dan mencoba menampakkan senyum termanis ku untuk Wooyoung lalu pergi meninggalkan nya disini bersama Kwangmin adik nya.

****************************

“Onnie... memasak bubur lagi..??”
Dasom masuk kedapur dan mengambil air minum.
“ne..”
“untuk Wooyoung oppa lagi..?? kenapa..? kenapa Onnie terus seperti ini..??”
pertanyaan nya membuat ku berhenti mengaduk bubur yang sedang mendidih di hadapan ku
“Dasom..!! Paboya,..!! kenapa kau berkata seperti itu..??”
Bora Onnie tiba-tiba datang dan mengambil segelas air yang sedang di minum oleh Dasom.
“Onnie... percuma, Mi Yeon Onnie terus memasak bubur untuk nya, Bora Onnie tau kan..? sedikit pun Wooyoung Oppa tidak bisa membuka mulut nya, apa lagi makan..”
“Dasom..!!”
Bora Onnie mencoba menghentikan perkataan Dasom,. Aku melihat Dasom yang menyapu linangan air mata nya berjalan kearah ku dan mematikan kompor di hadapan ku.
“Onnie... aku mohon... sadarlah.. Wooyoung Oppa tidak bisa bergerak., kenapa Onnie selalu memasak bubur untuk nya...??”
Dasom membelai lembut rambut ku dan merapikan nya.. ucapan nya membuat ku tidak dapat menahan tangis..
“Onnie... aku juga merasa sakit setiap melihat Onnie terus berharap bahwa Wooyoung oppa bisa sembuh, rasa nya sangat sakit, setiap pagi harus melihat Onnie berhayal bisa sarapan bersama Wooyoung Oppa... Onnie.. aku mohon jangan seperti ini lagi... hiks...”
pundak ku terasa basah karna Dasom  menangis dengan menyandarkan wajah nya disana. Tidak ada yang bisa aku katakan, aku hanya bisa menundukkan wajah ku dan terus menangis mendengar semua ucapan nya.
“Onnie.. aku mohon.. kembalilah hidup seperti  dulu, kita tertawa lagi.. ayo Onnie... tertawalah,!! setidak nya Onnie tersenyum manis lagi seperti dulu..”
tangisan Dasom semakin menjadi, tidak ada kata yang bisa aku ucapkan selain ikut menangis bersama nya.
“Dasom... sudah..!!”
Bora Onnie mencoba melepaskan pelukan Dasom dari tubuh ku.
Hyo Lyn Onnie datang, “Dasom... kenapa kau menangis...?”
Bora Onnie seperti memberikan isyarat pada nya,
“Bora... kau bawa Dasom keluar..”
dengan cepat Bora Onnie membawa Dasom keluar dari dapur.

Hyo Lyn Onnie mendekati ku dan membalikkan tubuh ku, melihat ku menangis tersedu dia langsung memelukku dengan erat.
“sudahlah... jangan menangis lagi...”
Hyo Lyn Onnie menyandarkan kepala ku ke bahu nya dan membelai lembut punggung ku.
“Dasom benar... selama nya Wooyoung tidak akan sembuh,.. Wooyoung tidak akan pernah sembuh... hiks... Onnie.. aku sangat menyayangi nya.. aku tidak ingin kehilangan nya..”
Hyo Lyn Onnie masih membelai punggung ku, terus berusaha agar tangisan ku bisa reda..
“Mi Yeon, jangan berpikir seperti itu... Optimis lah.. dia pasti sembuh..”
mendengar itu aku cepat melepaskan pelukan Hyo Lyn Onnie
“sampai kapan Onnie akan membuat ku terus berharap..?? sampai kapan Onnie ingin membuat ku terus bermimpi seperti ini.?? Onnie selalu mengatakan hal itu, tapi apa..?? setiap pagi aku melihat dia tetap terbaring lemas di kasur nya...!!! sangat menyakitkan setiap pagi hanya bisa melihat nya seperti itu..”
“lalu apa yang kau ingin kan..?? bukankah kau juga ingin dia bisa sembuh..?? masih bisa bernafas setiap hari bukan kah sangat baik untuk nya..? berhentilah menangis...!! kau tidak ingin menemui nya pagi ini..?? kau ingin dia melihat mata mu yang sembab.?? Semangat lah seperti hari-hari sebelum nya..!! buat dia merasa ingin hidup lebih lama..!!”
Hyo Lyn Onnie juga menangis, ia berbicara keras dengan mengeluarkan air mata nya... semua orang menangis karna aku..
semua ucapan nya membuat dada ku terasa sangat perih.. Hyo Lyn Onnie benar, aku tidak bisa membiarkan Wooyoung melihat mata sembab ku.. tapi aku benar-benar tidak bisa menahan air mata ku, menahan nya membuat dada ku menjadi sesak.. menerima kenyataan bahwa orang yang paling ku cintai menderita penyakit aneh sungguh hal yang sangat berat, apa yang harus aku lakukan untuk kesembuhan nya..??  Wooyoungie.. sembuh lah...!!

************************

Seperti biasa Memasuki kamar nya, mencoba tersenyum di samping nya Dan menyapa  nya dengan hangat itu membuat ku merasa lebih baik.
“annyonghaseyo... Wooyoungie ireona...!! Wooyoung.. Ppali, Ireona..!!”
seperti pagi pagi sebelum nya, ia tetap saja terbujur kaku di atas kasur nya. Aku menaruh jari telunjuk ku dibawah hidung nya.. Syukurlah, dia masih bernafas dengan baik.
“Jang Wooyoung... Ireona..!! aku mohon, bangun lah.. lihat.. aku membawa bubur lagi..”
aku mengangkat rantang yang berisi bubur yang aku bawa dari apartemen tadi, mencoba memperlihatkan pada nya
“aku baru saja membuat nya, bubur nya masih hangat.. ayo bangun.. kita habiskan bubur ini”
heumh,.. cukup gila karna aku menganggap nya hanya tertidur
“aa~..  ya sudah, jika kau belum lapar biar bubur nya aku berikan pada Kwangmin saja.. tidak apa kan..??”
meski bersikap seperti ini, tetap saja air mata ku jatuh dengan sendiri nya
“hemh.. apa pun yang terjadi, aku akan tetap menunggu mu sampai kau benar-benar sehat.. bagaimana pun keadaan mu, aku akan tetap mencintai mu.. Wooyoungie.. sembuhlah dengan cepat..!!”
aku menggenggam erat tangan nya yang kurasa semakin terasa dingin, mencium tangan nya dengan hangat dan tertidur di atas tangan dingin nya.

**********************


“Lee Mi Yeon... Ireona..!! Mi Yeon.. Ppali.. Ireona...!!!”
perlahan aku membuka mata ku, penglihatan ku kurang jelas, kenapa begitu silau..??  namja cute itu tersenyum pada ku. Jang Wooyoung.. benar, ia Jang Wooyoung.
“Wooyoungie... kau sudah bangun..??? benar kau sudah bangun..???”
tak dapat ku tutupi kebahagiaan ku saat melihat namja yang sudah enam bulan ini terbujur kaku, membangunkan ku lalu tersenyum manis pada ku. aku cepat memeluk nya dengan erat, dan terus menangis atas kesembuhan nya.
“Wooyoungie... aku merindukan mu... Wooyoung,.. aku menyayangi mu.. aku mencintai mu, jangan sakit lagi..!! aku mohon..”
dia melepaskan pelukan ku, lalu mengangkat wajah ku dan menyapu pipi ku dengan lembut.
“kenapa menangis..??”
“kenapa selama aku tidur kau terus menangis.?”
dengan senyum manis nya,.  Wajah nya terlihat sangat segar, seperti orang yang tidak pernah sakit.
“aku tanya.. kenapa kau selalu menangis..??”
“itu karna.. aku tidak ingin kau terus sakit.. aku ingin kau sembuh... maka nya aku menangis..”
“hemmh... tadi kau  bilang memasakkan bubur untuk ku.. kau ingin menyuapi ku kan..?”
“ne..”
aku cepat ingin mengambil bubur yang aku bawa tadi.. tapi... dimana.? Dimana bubur nya..? dan... dimana kami sekarang..??
“Mi Yeon.. kau mencari ini..?”
ditangan Wooyoung sudah ada semangkuk bubur, aku bingung tadi dia tidak memegang  nya.
“Mi Yeon... ada apa.? Kau tidak mau menyuapi ku..?”
“ah... bukan seperti itu... Wooyoungie, dimana kita sekarang..?”
“hem.. kau tidak usah tanya dimana kita, ayo suapkan bubur untuk ku.. aku sudah sangat lapar..”
sungguh menyenangkan bisa menyuapi nya lagi, dia terus tersenyum dan sesekali menyapukan air mata ku yang tak hentinya mengalir.. aku tidak percaya sekarang dia bisa sehat seperti ini, Wooyoung.. terimakasih kau sudah mau sembuh. Demi Tuhan.. aku mohon jangan sakit lagi.


“menangislah terus... selagi disini menangislah dengan kuat..”
dia masih tersenyum dengan baik, menyapu setiap air mata ku yang jatuh, dan sesekali memeluk ku dengan hangat.
“oh ia.. kau tidak pulang.?”
“ani, aku masih ingin bersama mu..??”
“baiklah.. tapi kau harus tetap pulang..!! Hyo Lyn dan teman-teman mu yang lain menghawatirkan mu..” dia menundukkan wajah nya sebentar lalu tersenyum lagi pada ku.
“Mi Yeon.. apa kau mau melakukan sesuatu untuk ku..?”
“tentu.. apa pun..”
“aku hanya ingin kau berjanji pada ku.. dan kau harus menepati janji mu..”
“tentu saja... kau ingin aku berjanji apa.??”
“setelah kau bangun... kau harus janji, bahwa kau tidak akan menangis.. berjanji lah untuk selalu tersenyum dengan manis, berjanji lah kalau kau akan tetap bahagia meski tidak ada aku... ini permintaan ku.. berjanji lah! karna aku tidak suka melihat mu terus bersedih..”
aku tidak mengerti semua ucapan nya, ekspresi wajah nya terlihat berbeda
“Wooyoungie.. aku janji tidak akan menangis lagi setelah hari ini, tapi.. apa maksud mu.?”
“hem.. sekarang kau harus bangun... semua orang menghawatirkan mu.. ingat janji mu..!! jangan bersedih lagi, tersenyumlah dengan manis.. untuk ku..”
“Wooyoung..”
“Mi Yeon.. bangun lah..!!”



Akh... kepala ku sedikit sakit.. mata ku sangat perih apa karna aku menangis bersama Wooyoung tadi..?
“Mi Yeon.. kau sudah bangun..?”
aku membuka mata ku perlahan, aku melihat wajah cemas Hyo Lyn Onnie dan juga Dasom yang menangis sambil mengusap pelan rambut ku.. lalu aku mendengar suara langkah kaki yang berjalan dengan cepat
“Mi Yeon.. kau sudah sadar??”
Bora Onnie, mata nya sembab.. seperti nya dia baru berhenti menangis. Kenapa? Kenapa semua orang ada disamping ku dan menangis.??
“Wooyoungie.. Onnie.. apa Wooyoung yang mengantar ku pulang..?”
mendengar ucapan ku Hyo Lyn Onnie langsung memegangi mulut nya dan menangis dengan hebat, kenapa? Kenapa dengan Hyo Lyn Onnie.?
“Dasom.. apa Wooyoung sudah pulang kerumah nya??”
begitu juga dengan Dasom.. mendengar pertanyaan ku Dasom langsung pergi dari hadapan ku dan hanya suara tangis nya yang terdengar kian menjauh.. kenapa? Kenapa mereka jadi aneh?
“Mi Yeon..”
Bora Onnie mengusap pelan wajah ku sambil menangis..
“Mi Yeon... aku mohon.. sadar lah.. Onnie mohon, terima saja kenyataan ini..”
apa yang dia maksud.? Dia berbicara dengan nada yang sedikit bergetar..
“Mi Yeon... jangan bersedih lagi, aku mohon.. ini untuk Wooyoung..”
“Onnie... kenapa dengan Wooyoung.? Dia sakit lagi..? kenapa dia bisa sakit lagi..??”
“Mi Yeon..!!”
aku terkejut Hyo Lyn Onnie berteriak dengan keras pada ku, dia menangis
“terimalah kepergian Wooyoung.. kau tidak bisa terus seperti ini..!”
apa? Apa yang aku dengar? Semua ucapan nya membuat aku tidak  bisa bernafas dengan baik, dada ku sesak.. dada ku benar-benar sesak.. hati ku seperti hancur, rasa nya sakit sekali...
“apa yang Onnie kata kan.? Wooyoung masih hidup.. tadi dia baru makan bersama ku... aku sungguh-sungguh. Onnie tidak percaya? aku akan menelpon Wooyoung sekarang juga..”
aku cepat turun dari tempat tidur dan mencari handphone ku yang entah aku taruh dimana,
“dimana? Dimana handphone ku?”
aku mengelilingi kamar ku, aku berlarian di kamar ku, air mata ku kembali mengalir. mana handphone ku? aku ingin menelpon Wooyoung.. aku yakin dia pasti sudah sehat, dia pasti masih hidup.
“Mi Yeon...”
tiba-tiba Bora Onnie menarik lengan ku, ia menghentikan ku dan memelukku dengan kuat sekarang.
“Mi Yeon.. Onnie mohon.. sadarlah.. waktu Wooyoung dinyatakan sudah meninggal kau langsung pingsan, sudah semalaman kau tidak bangun.. aku mohon, terima saja semua nya.. berhenti lah terus bersikap seperti ini.. demi Tuhan, sadar lah... demi Wooyoung, berhenti bersedih dan tersenyum lah..!!”
tidak ada kata yang bisa aku ucapkan. rasa nya sangat sakit.., mulutku seakan terkunci rapat.. aku hanya bisa menangis dan mencoba untuk memanggil nama nya..  Wooyoungie..

***************************


Wooyoungie, sekarang Aku merasa bisa mencapai mu hanya dengan mengulurkan tangan ku,
Kau benar ada di depan mataku , tapi.. Aku hanya bisa berdiri di sini dan melihat ke arah mu.
Wooyoungie, Jika kau pergi seperti ini, dapatkah aku benar-benar bisa hidup tanpa mu?
Aku, aku tidak bisa manjalani hari tanpa mu , Aku masih berdiri di sini melihat mu yang mulai melangkah menjauh dari ku.

Aku masih berdiri di sini, aku tidak bisa bergerak, aku ada di tempat yang sama dengan tempat saat kau pergi.  Aku masih melihat ke arah mu, aku mohon, berbalik dan lihat kembali aku, tolong..  Sebaliknya, kenapa kau tidak menghentikan langkah mu agar aku dapat melangkah ke arah mu. Aku mohon, berbalik dan kembali untuk ku, aku mohon...
sekarang Aku tidak bisa bergerak bahkan satu langkah , Air mata ini membuat penglihatan ku kabur, sekarang aku tidak dapat melihat mu, Jika kau berbalik, maka aku bisa pergi pada mu
kenapa kau pergi? Kenapa tidak memperhatikan hati ku?




Ketika aku bangun dari kesendirian yang membangunkan ku, Aku memikirkan tentang wajah mereka yang selalu tersenyum dan mencoba membuat ku ikut tersenyum.  Seperti hal nya pasir yang meninggalkan seseorang ketika yang lain tiba bersama musim yang indah. kesedihan dan kerinduan untukmu terus ku rasakan, kenapa Kau meninggalkan ku.

Aku berjalan di jalan ini lagi, Hari demi hari seperti mimpi buruk yang mulai menghilang. Aku langsung merasa air mata ku berlinang setiap mendengar  nama nya, Aku tidak bisa terus menahannya dalam hati ku, Aku harus bisa tertawa lagi. Sesekali Aku mencoba memanggil nama nya, dengan bekas luka yang tersisa di hatiku ,Meskipun Aku mencoba untuk melupakan namanya, tapi itu sangat berat. Aku menggigit bibir, aku mencoba untuk menahan diri, aku sungguh-sungguh.. cinta ku hanya Jang Wooyoung.  Aku menjalani hidup dengan berpura-pura merasa hal itu tidak pernah terjadi. Ketika aku merindukan cinta ku Jang Wooyoung, Tanpa aku ketahui Aku mulai menangis dengan sendiri nya.

Seminggu sudah dia benar-benar pergi dari hidup ku, mungkin ini yang terbaik untuk nya dan juga aku, akan ku tepati janji ku pada nya.. tidak akan terus menangis dan mencoba untuk kembali tersenyum dengan manis. Duduk diatas rumput hijau di taman seperti ini, bisa membuat hati ku sedikit nyaman. Memandang langit cerah disini, aku bisa melihat Wooyoung melambaikan tangan dan tersenyum pada ku.
Wooyoungie.. annyongi gaseyo...

*********************



Coment please... kritik sama saran nya di perlukan..